Mata… Memandang tajam cahaya semu… Tiada celah rasanya… Dalam hitam gelap di balut kabut tebal… Mencari-cari keberadaan cahaya yang sesungguhnya… Sesekali memejamkan mata… Meresapi rasa sepi yang datang… Jelmaan suara tanpa tuan silih berganti… Tak satu suara syarat akan makna… Justru menambah keringkihan jiwa… Ingin bergegas lari… Kemana kaki harus melaju?! Jalan setapak saja tak … Read More →
Tidak lagi ada kalimat maaf empat mata… Tidak lagi ada senyum merekah dari hati… Tidak pula pelukan hangat dan rangkulan hebat… Ketika tidak bisa lagi menjabat tangannya… Ketika tidak bisa lagi menyampaikan salam hormat… Dan tidak juga bisa bercerita tatap muka… Ada keyakinan dalam hati… Doa seusai sholat jadi penggantinya… Berkunjung ke rumah sederhana jadi … Read More →
Senja di stasiun kereta… Ruang tunggu penuh pemakai jasa… Pandangan terarah mencari celah… Untuk sekedar menikmati suasana… Matahari berangsur-angsur melarikan diri… Trotoar jadi jawaban… Duduk lelaki tua dengan wajah ramahnya… Dibukalah topi jerami miliknya… Mencari angin pengusir lelah… Tanya terselip dalam dalam… Siapa gerangan dirinya? Sungguh, kita berbeda… Tetapi memadu dalam kisah tiada putus… Loyalitas … Read More →
Buah tak selamanya segar… Manusia tak selalu tegar… Daun pasti layu… Resah kadang mengganggu… Begitulah ungkapanku… Derita seribu cerita… Bahagia jutaan makna… Bukan menampik akan dihina… Cukup luas dada terbuka… Goresan kuas yang salah… Di anggap masalah… Seret kanfas lalu berkarya… Tunjukkan yang benar itu mana? Api panas lumrah… Pandang lalu hina, itu mudah! Lalu … Read More →
Perlakuan kepada yang dia anggap berharga… Teks dengan sejuta huruf bukanlah apa apa… Jarak bukanlah satu halangan… Lucu, jika waktu jadi sebab… Waktu terenggut hanya untuk yang berharga… Tidak ada alasan untuk mengatakan TIDAK… Untuk yang dia anggap berharga… Buatlah dia lebih baik dari sebelumnya… Untuk dia yang menghargai… Jauhi dia jika membuatmu lebih buruk… … Read More →
Tidak lagi ada kejadian baru… Semua kejadian dimuka bumi sudah pernah terjadi… Dari lahir samapai mati…sama!!!. Hanya siapa dan kapannya yang berbeda… Intinya sama, masalah hidup…sama!!!. Tinggal menerima bagiannya masing-masing… Terjadi, terulang, sama!!!.
Bahkan ketika aku tidak memberikan kabar kepada siapapun tentang apapun, apakah rela? Sejujurnya ini menyangkut masa depanku yang teramat sakral… Ketahuilah, aku punya hidup… Dan hidupku kini layu sudah… Tak sesegar masa lalu… Yang masih mampu menemani sepanjang waktu… Butuh air-air alami… Agar kesegaranku terjaga… Untuk kemudian bisa kembali kepada kalian… Mendengar dan berbagi pengalaman… … Read More →
Setiap kali membuka mata…Harapan indah selalu tercipta…Laksana akan bertemu yang mulia…Melangkahkan kaki dengan wajah gembira…Heran, sesungguhnya darimana asal merana…Yang menghilangkan sejuta harapan nyata…Melenyapkan kebaikan hati manusia…Menimbulkan serakah tak berskala…Baik serakah hati maupun serakah dunia…Harkat martabat tidak lagi sama…Sulit menjumpai insan gemar taat padaNya…Mudah menyaksikan budak-budak dunia…Hanya menyegerakan kesenangan nafsu jiwa…Kemudian menunda kewajiban manusia beragama…Jika kegelapan … Read More →
Sering diri ini merasa benar…Nyatanya rasa itu sering salah…Jika kemaren sempat salah…Apa salahnya sekarang benar…Dan bukan sebaliknya…Telak sudah kata “terserah”…Sulit di artikan maksudnya…Bak menggenggam air…Ingin tapi tak kuasa…Kapan introspeksi diri benar adanya…Kalau hati sudah terbalut kedengkian…Usaha-usahapun tiada arti…
Jika lalu nasehatmu langsung terucap…Maka, tiada terucap lagi nasehat itu…Bukan tidak rela aku ditinggal olehmu…Tuhan berhak mengambilmu kapanpun…Tetapi, tingginya debit air laut tak kuasa membiusku…Agar lepas dari bayangmu…Nyatanya kita pernah berdialog di manapun tempatnya…Rasa diamku, ketidak senanganku…Hanya karena aku belum bisa memberikan apa yang jadi maumu…Tentunya kebaikan yang telah di idam-idamkan olehmu, akan terwujud…Kemudian membuatmu … Read More →
