Ada yang pernah mengkhawatirkan masa depan? Kalo ada, kenapa?

Baik, sebagai manusia pada umumnya sedikit banyaknya aku sudah pernah merasakan pahit manisnya hidup dan sudah barang tentu pernah ada pada titik dimana aku mengkhawatirkan masa depan seperti; mau jadi apa aku nanti? hidupku akan seperti apa kelak? Itu adalah naskah utama yang pasti ada dalam lembar cerita kehidupan manusia.

Hal yang paling aku suka dan syukuri adalah mendapat kesempatan hidup di lingkungan orang-orang hebat dengan kapasitas ilmu dan kemampuan diri yang luar biasa ditambah latar belakang mereka yang berbeda semakin menambah pengalamanku secara tidak langsung. Adapun hal yang berat yang pernah aku alami adalah ketika harus berhadapan dengan situasi perpisahan, ya…kepergian sosok yang amat kita cintai adalah menyakitkan. Aku selalu mengibaratkan seperti ini “Kepergian kekasihmu sama sekali bukan sebuah kesedihan, karena kekasih baru masih bisa dicari. Kesedihan sesungguhnya adalah ketika orangtuamu pergi untuk selamanya. Kemana hendak kau cari?”. Ada rasa benci dan kesal yang tidak dapat digambarkan ketika hal tersebut benar-benar tiba dan datang ke kita.

Semua ekspektasi yang sudah kita bangun bersama mereka tiba-tiba menjadi ceceran naskah yang tidak mudah diurutkan. Semangat ini ibarat terjun tanpa payung pengaman jatuh serendah-rendahnya dan sakit sesakit-sakitnya. Ada banyak penyesalan dan kekesalan dibalik kesedihan itu, menyesal tidak melakukan kebaikan kepada mereka sedari dulu dan kesal karena tidak bisa berbuat banyak setelah meraka pergi.

Mudah memang membangun semangat akan tetapi butuh waktu yang tidak sedikit, rumit!

Facebook Comments

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post Navigation