Sedih… Sedih boleh sedih… Gembira boleh boleh saja… Jika sedih tak perlu diratapi… Gembira cukup disyukuri… Sedih diratapi makin menjadi… Hati lemah, galau merambah… Galau merambah, buyar harapan… Buyar harapan, frustasi! Gembira…gembira! Bisa saja lahir dari luka… Luka tak berkepanjangan… Luka yang disembuhkan seketika… Luka yang jadi gembira!

Fajar… Cahaya terang mulai memancar… Membentuk horizontal di garis cakrawala… Tanda takdir kehidupan segera berlanjut… Gerak hati terbawa suasana… Air suci basuh muka kusut… Melepas segala pakaian dosa dari tubuh… Menengadah kedua tangan kosong… Terhanyut arus komunikasi dengan Nya… Terpaku dalam sepi… Terbengkalai penyesalan lalu… Mengakui kelemahan diri dihadapan Nya… Meminta… Hapuslah dosa-dosa manusia bertakwa… Read More →

Ketika cinta hidupkan asa… Sajak penuh makna kuberi untukmu… Detik demi detikku untukmu… Walau langit mendung, hatiku tetap bercahaya… Enggan kulepas bayangmu… Tak mau melupakan sosok manismu… Namun, ketika cinta menghapus harapan… Aku akan mengenang keindahan tentangmu… Perih hati memang rasanya… Kau takkan pernah bisa memahami… Sekalipun aku memaksamu… Karena hatimu ada dalam kebekuan… Cinta Read More →

Bulat jingga mempesona di ufuk barat… Diatas laut biru yang kian menguning… Debur ombak datang dan pergi… Sesekali angin menyapa… Memebawa pesan singkat… Menyampaikan pesan tersirat… Mata terpejam, mencerna isi pesannya… Dikatanya, Tuhanmu Sang pencipta mahaagung… Ingin sekali kusampaikan pesan balasan… Namun, kupikir terlalu lancang… Akankah tersambut olehmu, tuhanku? Satu kata ini, terimakasih…

Manusia membosankan! Sudah tahu sebab akibat… Tetap saja bertingkah… Membesarkan yang sepele… Menyepelekan yang besar… Menilai yang tak perlu dinilai… Mengatur dan tak mau diatur! Disindir geram, tapi mencaci! Pintar tanpa pegangan… Kebodohan tak diakui… Bahagia, melewatkan syukur… Tuhan tak peduli sikap manusia! Semuanya terserah manusia! Ikuti aturan-Nya atau tidak… Masing-masing ada balasannya…

Masih sama dengan yang dulu… Keraton, tugu, angkringan, malioboro… Masih sama dengan yang lalu… Pantai Parangtritis, Baron, Indrayanti… Masih sama seperti yang dulu… UGM, UNY, sampai UTY… Tapi ada satu yang berbeda… Rasa kejawen yang mulai luntur… Suasana penuh mistik itu lenyap… Oleh gemingan transportasi… Oleh teriakan klakson jalanan… Jogja kapan kembali…

Memang, peduli itu pernah ada… Disitu ada rasa memiliki meski sesaat… Ada pula sikap lebih menghargai diri… Seolah menjadi malaikat… Merasa bisa mengatasi masalah orang lain… Merasa paling kuat diantara yang lain… Tertipu!!! Terkadang bisa peduli itu menyakitkan… Hanya menghasilkan harapan palsu… Menghadirkan kekecewaan… Menimbulkan ketidakpercayaan… Disitu akan ada rasa meremehkan… Rasa peduli yang tak Read More →

Sebelum aku mengenal dosa… Aku lebih dulu dikenalkan dengan hal-hal baik… Sudah faham apa maksudnya… Tetapi sering terbayang di fikiran… Mengapa hal yang baik itu cenderung sulit dan yang buruk itu sangat mudah? Oh maha pemilik segala-galanya… Kuatkan hati dan fikiran manusia-Mu yang melemah…

Ada saatnya untuk meninggalkan… Ya meninggalkan kebiasaan lama… Ya meninggalkan keadaan lama… Ya meninggalkan tempat lama… Bukan karena lemah… Tapi, karena memulai hal baru itu perlu… Menata hati… Menata akal pikiran… Merangkak menuju mimpi yang sempat lebur… Membangun kembali… Memulai dengan niat dan tekad… Dibarengi rido, doa, dan usaha… Dijalani dengan ikhlas serta istiqomah… Semoga Read More →

Pagi terlalu bersahabat… Hadirnya lekat dengan semangat… Lepas dari pagi yang sudah-sudah… Ini bukan pagi yang biasa… Adalah pagi kelabu… Jatuhnya daun-daun adalah kehilangan… Tersapu angin, lalu hilang… Adalah aku sebatang pohon… Aku punya tangkai juga daun… Mereka adalah yang hadir dihidupku… Tumbuh bersama… Melewati waktu bersama… Kini, hilang… Berjatuhan mereka… Berjauhan kita… Lepas dari Read More →